Pelatihan Digital Marketplace Bagi Binaan APP Sinar Mas Tingkatkan Perekonomian UKM Lokal

Dalam mewujudkan peningkatan perekonomian dan perluasan akses UMKM para mitra binaannya di tengah pandemi Covid 19, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menggelar pelatihan berbasis digital marketplace. Pelatihan ini merupakan wujud kerjasama APP Sinar Mas dengan Yayasan Doktor Sjahrir dan Shopee, salah satu platform e commerce terdepan di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk untuk melatih para mitra binaan, terkhusus ibu ibu, agar lebih sadar teknologi dan bisa memasarkan produknya secara online.

Shopee sendiri merupakan perusahaan e commerce yang diluncurkan tahun 2015 yang beroperasi di Asia Tenggara dan Taiwan. Pelatihan tentang niaga elektronik yang digelar dengan menggunakan webinar pada Selasa (26/1/2021). mengedukasi para peserta, yang merupakan mitra UMKM binaan APP Sinar Mas, tentang bisnis online, peningkatan kerjasama, praktek fotografi, pengenalan dasar copywriting dan sebagainya. Elim Sritaba, Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas mengatakan bahwa mendukung usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar daerah operasi merupakan komitmen APP Sinar Mas yang tercantum dalam Sustainability Roadmap Vision 2030.

“Kami senang dan bangga bahwa program pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan mampu mencetak pengusaha pengusaha sukses yang menjadi contoh di komunitas masing masing. Namun kita harus terus mencari dan membuka akses ke pasar yang lebih luas, sehingga lingkup usaha UMKM tidak terbatas di komunitasnya saja, agar usaha mereka bisa terus berkembang,” ucapnya. Sistem niaga elektronik dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan ke pasar, tanpa harus memiliki toko secara fisik di area lain. Untuk itu, program ini dilakukan APP Sinar Mas agar semakin membuka dan mendorong pasar UMKM binaan APP Sinar Mas untuk berkembang dalam usahanya.

Christin Djuarto, Direktur Shopee Indonesia mengungkapkan, dikutip dari data We Are Social kuartal pertama 2020 dimana tren belanja online meningkat hingga 300 persen, bahkan trafik belanja pada platform niaga elektronik naik di angka 400 persen. Dengan peluang yang besar ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan para UMKM dalam memasarkan produknya secara maksimal dan menarik para calon pembeli melalui platform niaga elektronik dan memanfaatkan sosial media untuk memperluas jaringan usaha ke berbagai kalangan. Sosial media merupakan salah satu platform yang sangat tepat untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan UMKM tersebut.

Lebih lanjut juga dijelaskan olehnya, bahwa Shopee juga menyediakan program untuk membimbing para UMKM yang berniaga di platform Shopee. “UMKM di Indonesia, secara tidak langsung merupakan salah satu bagian penting yang turut mendorong perputaran roda perekonomian Indonesia. Selain program," ujar Christin. "Sobat UKM Shopee yang kami hadirkan untuk memberikan panduan dasar dalam berniaga di platform Shopee, kami juga menyediakan program Kampus Shopee, bagi para penjual yang memerlukan bimbingan yang lebih komprehensif. Program program ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung keberhasilan para pelaku UMKM di platform kami, khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini,” ujar Christin menambahkan.

Saat ini, Shopee sudah mengedukasi para UKM dari Aceh hingga Jayapura Papua hingga 40 kota di Indonesia. Dari lebih dari 60.000 UKM di Indonesia yang sudah diedukasi, sebanyak 61 persen peningkatan transaksi. Dr. Nurmala Kartini Sjahrir dari Yayasan Doktor Sjahrir menuturkan, bahwa di masa pandemi, tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait kesehatan tetapi juga bagaimana mempertahankan kondisi perekonomian di tengah daya beli masyarakat yang menurun.

Hal ini terutama krusial di daerah daerah di luar kota besar di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, tokoh pemberdayaan perempuan ini menggarisbawahi pentingnya program pemberdayaan perempuan dalam ketahanan, kesehatan dan ketangguhan di komunitasnya. Hal ini dimasudkan agar beragam keahlian para perempuan yang berawal dari aktivitas di rumah, bisa dijadikan peluang bisnis untuk meningkatkan pendapatan ekonomi sehari hari.

“Harus dibuka kesempatan luas bagi perempuan, agar bisa ikut berselancar dalam kegiatan berniaga elektronik ini. Waktu tak bisa menunggu, keluarga perlu makan yang cukup. Hasil pekerjaan ibu ibu perlu disalurkan ke pasar secara online. Kita berharap, produktifitas perempuan dapat terus dipertahankan di masa pandemi ini karena hasil dari kegiatan usahanya bisa dipasarkan secara online,” katanya. “Peran serta berbagai pihak penting agar kita dapat mewujudkan hal ini. Saya ingin mendorong lebih banyak kolaborasi antar pihak dalam bidang ini.” Kegiatan pelatihan ini juga diawali dengan sesi dialog tentang menjaga kesehatan di masa pandemi dan edukasi tentang vaksin COVID 19 yang dilakukan oleh narasumber pakar kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *